Umpan Kambing Tak Disentuh, Harimau Sumatera di Desa Danai Belum Masuk Perangkap
.

Umpan Kambing Tak Disentuh, Harimau Sumatera di Desa Danai Belum Masuk Perangkap

SABTU, 16-8-2026   0 Viewer

Umpan Kambing Tak Disentuh, Harimau Sumatera di Desa Danai Belum Masuk Perangkap

PULAUBURUNG--Harimau Sumatera yang terpantau berkeliaran di sekitar Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), belum masuk ke kandang perangkap yang telah dipasang sejak, Selasa (11/8/2026).


Kepala Desa Danai, Halim, mengatakan kandang perangkap tersebut telah dilengkapi seekor kambing sebagai umpan. Namun, hingga Sabtu (15/8/2026), belum terlihat tanda-tanda harimau masuk ke dalam perangkap.


“Kandang perangkap kita letakkan seekor kambing. Tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda harimaunya masuk perangkap,” kata Halim, Sabtu (15/8/2026).


Padahal, keberadaan harimau tersebut sebelumnya masih beberapa kali terpantau melalui kamera jebak (camera trap). Pantauan terakhir tercatat sekitar tiga hari sebelumnya.


Posisi kamera jebak dengan kandang perangkap juga tidak terlalu berjauhan. Namun, dalam tiga hari terakhir, keberadaan harimau tersebut tidak lagi terekam kamera.


“Terakhir harimau masih terpantau dari camera trap sekitar tiga hari lalu. Setelah itu sampai sekarang belum terlihat lagi,” ujarnya.


Meski tidak lagi terekam kamera, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah desa lengah. Halim mengatakan hilangnya pantauan kamera jebak belum dapat menjadi dasar bahwa harimau telah meninggalkan kawasan permukiman.


“Kami tentu tidak serta-merta merasa tenang karena beberapa hari tidak terpantau kamera. Harimau bisa saja masih berada di sekitar kawasan perkampungan,” katanya.


Karena itu, pemerintah desa kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama ketika berada di kebun atau kawasan yang berdekatan dengan habitat harimau.


“Kami mengimbau warga tetap waspada dan jangan pergi sendirian. Aktivitas, terutama ke kebun, juga sebaiknya dibatasi dulu demi keselamatan,” tegas Halim.


Ia berharap masyarakat tidak panik, tetapi tetap mengikuti imbauan serta langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan petugas. Pemantauan terhadap keberadaan harimau juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar permukiman warga.


Harimau Sumatera memiliki nama ilmiah Panthera Tigris Sumatrae merupakan satwa liar yang dilindungi. Keberadaannya di sekitar permukiman membuat kewaspadaan masyarakat menjadi penting, terlebih pergerakan satwa tersebut sulit dipastikan hanya berdasarkan hasil pantauan kamera jebak.mcr

  • BERITA TERKAIT

  • TAG BERITA